Jakarta (KABARIN) - Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu memilih memasang target yang lebih realistis saat tampil di Kejuaraan Asia Badminton setelah hasil mereka di rangkaian tur Eropa belum sesuai harapan.
Felisha menjelaskan bahwa tim sudah melakukan evaluasi menyeluruh dari performa sebelumnya. Salah satu faktor yang cukup berpengaruh adalah kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih dari cedera.
“Evaluasi dari tur Eropa cukup banyak, dari berbagai aspek memang masih harus ditingkatkan karena hasilnya juga belum maksimal. Itu yang harus diperbaiki supaya bisa kembali ke performa terbaik, bahkan kalau bisa lebih baik lagi,” kata Felisha di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.
Dalam dua turnamen di Eropa, pasangan ini terhenti di babak kedua All England Open dan kemudian mencapai perempat final di Swiss Open. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi penting untuk memperbaiki performa ke depan.
Felisha juga mengungkapkan bahwa cedera siku yang dialaminya sejak tampil di Indonesia Masters membuat penampilannya sempat terganggu. Bahkan pada satu momen, rasa sakitnya cukup menghambat gerakan di lapangan.
Ia sempat menjalani masa pemulihan dengan mengurangi latihan di lapangan dan fokus pada pemulihan serta latihan fisik ringan agar kondisi tubuh tetap terjaga. Saat kembali latihan penuh, ia masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali rasa percaya diri dalam pukulan.
Setelah melalui proses tersebut, Felisha merasa kondisinya kini sudah jauh lebih baik meski masih ada beberapa aspek teknis yang perlu dibenahi sebelum turnamen besar berikutnya.
Menjelang Kejuaraan Asia, ia menilai persiapan kali ini lebih matang dibandingkan saat tur Eropa. Meski begitu, waktu latihan yang tersisa tetap dimanfaatkan untuk memperbaiki detail permainan.
Soal target, Felisha dan Jafar tidak ingin terlalu muluk. Mereka berharap bisa setidaknya mempertahankan capaian sebelumnya, namun tetap fokus menjalani pertandingan satu per satu.
Pada edisi sebelumnya, langkah mereka terhenti di babak semifinal setelah kalah dari pasangan Jepang Hiroki Midorikawa dan Natsu Saito.
Jafar juga mengakui bahwa tekanan tetap ada setelah hasil yang belum maksimal, tetapi hal itu justru dijadikan bahan untuk memperkuat kerja sama di lapangan.
Ia menilai lawan di Kejuaraan Asia tidak akan mudah karena banyak pasangan kuat yang akan mereka hadapi sejak awal turnamen. Karena itu mereka memilih untuk fokus dari satu laga ke laga berikutnya tanpa terlalu memikirkan target jauh.
Pada babak pertama Kejuaraan Asia, Jafar dan Felisha akan berhadapan dengan pasangan Taiwan Ye Hong Wei dan Nicole Gonzales Chan.
Keduanya sepakat bahwa kunci peningkatan performa adalah memperkuat komunikasi dan saling menutup kelemahan agar bisa tampil lebih solid sebagai pasangan di lapangan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026